Keris Corok Teja Kinurung Sampir
Keris Tjorok dengan pandjang 41 cm, pesi 7 cm
jang pandjangnja tidak seperti umumnja keris djawa
sebagai simbol daya linuwih kekuatan jang lebih dan kekuatan spritual jang tinggi
Dhapur Sempana
luk sembilan, kembang katjang, lambe gadjah, greneng
sebagai simbol terwudjudnja mimpi jang benar
Pamor Tedjo Kinurung
sebagai simbol penguat kekuasaan dan pengabdian jang benar
bila terdapat djuga pamornja melingkar pada gondja biasa disebut dalam dunia perkerisan sebagai Sampir, sebagai simbol pengikat deradjat
termasuk pamor rekan jang sengadja dibabar Empu dengan kesulitan tinggi dalam membikin garis-garis lurus tanpa putus dan tidak bersinggungan satu sama lain dari gondja sampai udjung bilah.
Tangguh Madura abad ke-19
gandik : miring dan pendek
besi : hitam keputihan, padat keras
pamor : nggajih tapi pandes menantjap, berkesan basah
luk : kemba kurang rapat
bilah : udjungnja tidak terlalu meruntjing
sama persis dengan tangguh Blambangan, hanja mungkin tantingannja jang berat tidak bertjiri Blambangan
warangka original bawaan dari perawat dulu
hanja disusul variasi pendok dan hulu Bali, jang biasa disebut Denganan Pedande
- dialihrawatken sesuai gambar dan keterangan jang tertera
SOLD to Lampoeng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar