Kamis, 14 November 2019

JALAK BUDHA
Keris Tindih
Temuan Original


Dhapur Djalak Nyucup Madu
keris lurus, pedjetan, tikel alis dan satu sogokan di depan
sebagai simbol pembawa kebaikan & pengasihan asmara

Pamor Beras Wutah
sebagai simbol kemakmuran jang berlimpah

Tangguh Singosari abad ke-13
ini adalah keris temuan sungai Brantas jang saya dapat dari hunter di Kediri, sebuah kota jang para sedjarawan sebut sebagai negeri seribu tjagar budaya, jang memiliki ribuan artefak peninggalan benda-benda bersedjarah, mendjadi saksi zaman mulai dari Keradjaan Medang (Mataram Hindu) jang berpusat di Jawa Tengah hingga masa kedjayaan Keradjaan Kediri sendiri, Singasari dan Madjapahit.

Seperti jang disebutkan oleh G.j.f.j Tammens ilmuwan dari Jerman berpendapat bahwa prototype keris awal, model jang mula-mula adalah keris Jalak Budha
dalam krisologi bahwa keris hasil temuan jang berkarakter khas ini disebut sebagai keris Kabudhan untuk jang bentuknja lebar dan pendek dan untuk bentuknja lebih ramping dengan tjondong leleh lebih miring masuk era setelahnja (Singasari), besinja berserat berwarna kelabu kehidjauan, sedangkan jang memakai sogokan biasa disebut Jalak Budha dan jang tanpa sogokan disebut Bethok Budha,
Keris ini ditemukan didasar sungai, tampak pada foto ketika baru ditemukan, masih berlapis kerak endapan lumpur jang sudah membatu bertjampur kerikil-kerikil
setelah dibersihkan dan diwarang kelihatan karakter original dari keris tangguh sepuh sanget seperti era Kabudhan material besi dan pamor ditjampur mendjadi satu, seperti malela tampak kristal-kristal seperti pasir, gondja dan bilah sangat rapat, seperti sudah menyatu dan membatu, unthuk cacing (bentuk kerusakan seperti lubang berbusa) serta sesetan besi (sobekan berserat karena kerusakan seperti tercerabut) jang tidak bisa ditiru keris Kabudhan palsu


Hulu Djawa Demam
Warangka Sendhang Walikat, kaju kanthil
pandjang bilah 30 cm
pesi 6,5 cm

SOLD Out

Tidak ada komentar:

Posting Komentar