Sabtu, 26 Oktober 2019

Keris Pusaka Puthut Madjapahit


Dhapur Puthut
keris lurus dengan gandik di ukir menggambarkan orang duduk
jang berarti pertapa muda
sebagai simbol pembebasan diri untuk meraih kesempurnaan

Pamor Keleng
atau biasa djuga disebut pangawak wadja
Sebagai simbol kedalaman batin
jaitu pamor jang mengendap mendjadi hitam tidak bergambar karena penempaan jang sangat matang, kadang masih terlihat sedikit warna putih pamor sanak, seperti pada keris ini terlihat sedikit pamor putih mengkilat mendjadi gambaran rambut sang pertapa, sepeti halnja Ardjuna dalam tapa brata jang lebat terurai rambutnja dalam Kakawin Ardjuna Wiwaha jang ditulis Empu Kanwa pada abad ke-11.

Tangguh Madjapahit abad ke-14
keris ini adalah keris temuan, keris-nja membawa karakter Singasari
bilah : korosi dengan unthuk tjatjing pada bagian terterntu
gandik : relatif tebal dan tegak agak tinggi
sirah tjetjak : londjong memandjang
pesi : kotak, berbeda dengan pesi tangguh Madjapahit dan setelahnja
hanja dari material bahannja khas Madjapahit
besi : berserat halus kehidjauan, nyaring bila disentil, berasa empuk bila diurut

handle gading gadjah pangukir djanggelan djawa timuran
diameter 3 cm, padjang 10 cm
wilah 34,5 cm, pesi 7 cm

SOLD to Jogja



Tidak ada komentar:

Posting Komentar